Doso Agung, Dirut BUMN yang Menjadi Kolektor 88 Keris Nusantara

Magis dari keris, atau senjata tradisional yang berasal Nusantara, telah menyihir banyak insan di dunia. Senjata tajam jenis genggam atau senjata tikam yang sudah dibuat sejak ribuan tahun lalu ini, bahkan menjadi incaran banyak museum-museum terkenal di dunia. Mereka tentu menginginkan benda-benda bersejarah yang memiliki sejarah ribuan tahun itu menjadi salah satu koleksi terbaik mereka.

Doso Agung

Tak hanya museum-museum saja yang memburu keris untuk dijadikan koleksi mereka. Beberapa pribadi, tokoh, bangsawan, politisi atau pejabat, juga telah menjadi kolektor keris, sejak lama. Bahkan Presiden Soeharto, pada masa kepemimpinannya sering kali memberikan hadiah keris kepada tamu-tamu negara. Bukan hanya itu, Presiden RI pertama, Ir Soekarno, memiliki keris yang sangat terkenal dan disegani. dari sejumlah keris milik Soekarno salah satu yang disegani adalah Keris Singo Barong miliknya.

Pada masa kini, keris pun menjadi daya tarik bagi sejumlah pejabat. Salah satunya Direktur Pelindo III, Doso Agung, yang juga senang mengoleksi keris pusaka ini. Bahkan Doso Agung memiliki sebanyak 88 keris pusaka dari berbagai model, jenis serta tahun pembuatan yang sudah berusia ratusan tahun lamanya. Keris-keris tersebut menjadi koleksi yang sangat disukai sekaligus menjadi sebuah investasi besar bagi Doso Agung ke depannya.

Bentuk dan Jenis Keris

Bentuk Keris memang tergolong unik. Ada yang berbentuk seperti belati besar atau yang biasa disebut lajer. Namun ada pula yang berbentuk ulir, atau luk. Jumlah luk inilah yang memiliki banyak arti, sejerah, dan fungsi serta beragam cerita mistis lain di baliknya. Keris juga mempunyai banyak fungsi budaya yang dikenal di kawasan Nusantara bagian barat dan tengah. Keris di sini juga memiliki bagian-bagian yang berbeda. Ada yang disebut “pamor” (damascene), yaitu terlihat serat-serat lapisan logam cerah pada helai bilah.

Pada masa lalu keris berfungsi sebagai senjata dalam duel atau peperangan. Namun senjata ini bisa menjadi benda pelengkap sesajian. Pada penggunaan masa kini, keris lebih merupakan benda aksesori (ageman) dalam berbusana, memiliki sejumlah simbol budaya, atau menjadi benda koleksi yang dinilai dari segi estetikanya.

Penggunaan keris tersebar pada masyarakat yang pernah terpengaruh oleh budaya atau kekuasaan Majapahit. Mulai dari Sumatera, Jawa, Madura, Nusa Tenggara, Kalimantan, sebagian Sulawesi, Semenanjung Malaya, Thailand Selatan, dan Filipina Selatan (Mindanao). Keris Mindanao dikenal sebagai kalis. Keris di setiap daerah memiliki kekhasan sendiri-sendiri dalam penampilan, fungsi, teknik garapan, serta peristilahan. Keris Indonesia kini telah terdaftar di UNESCO sebagai Warisan Budaya Dunia Non-Bendawi Manusia sejak 2005.

Keris Mpu Gandring

One thought on “Doso Agung, Dirut BUMN yang Menjadi Kolektor 88 Keris Nusantara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *