Mengenal Lebih Dekat Wilahan Keris Nusantara

Keris Mpu Gandring

Di dalam dunia keris terutama keris nusantara, maka aspek kebendaan (artefak) dapat dijumpai dan dikaji dalam beberapa hal. Misalnya bilah, warangka dan kelengkapannya dan hulu beserta kelengkapannya. Untuk lebih jelasnya, mari kita lebih mengenal bagian-bagian keris itu.

Wilahan atau bilah keris merupakan bagian pokok dari sebuah keris. Bilah keris memiliki ragam bentuk atau tipologi yang sangat banyak, dikenal dengan istilah dapur. Dari sisi bentuk, keris tergolong senjata tikam yang berukuran relatif pendek, asimetris (baik lurus maupun berlekuk), dan terbuat dari beberapa macam logam yang ditempa menjadi satu. Oleh karena itu, ujungnya harus tajam sebab keris merupakan senjata tikam.

Keris juga harus indah karena sejatinya ini adalah karya seni unggul dan karya batin yang membawa sipat kandel pemiliknya, yaitu menambah rasa percaya diri dan menjadi kebanggaan. Itu sebabnya mengapa bilah keris harus merupakan hasil tempa untuk memenuhi kriteria ini, bukan dibuat dengan Teknologi tuang logam mau pun Teknologi rekayasa metalurgi lainnya.

Di bagian Pucuk sendiri, menurut bentuk konturnya, dibagi lagi menjadi empat macam yakni : “Nyujen” (bagaikan bambu tusukan sate)  “Mbuntut Tuma” (bagaikan ekor kutu), “Ngudhup Gambir” (Bagaikan Kuncup Bunga Gambir), “Nggabah Kopong” (bagaikan gabah padi tanpa isi).

A. Dhapur Keris Nusantara

Dhapur dapat diartikan sebagai tipologi bentuk keris atau secara lebih spesifik keris dapat diartikan sebagai penamaan ragam bentuk atau tipe keris sesuai ricikan yang terdapat dalam keris itu. Istilah dapaur dip[akai untuk menamakan semua keris yang tidak diketahui namanya, atau keris yang belum diberi nama, sehingga kemudian hanya ditandai melalui bentuk umum berdasarkan nama-nama keris yang telah dikenal luas oleh masyarakat.  

Dhapur keris secara umum dapat dipilahkan dalam empat bentuk dasar, yaitu: bilah keris dengan bentuk dasar lurus, luk (berlekuk), campuran (lurus dan luk), serta bilah dengan bentuk dasar menyerupai pedang. Tiap-tiap bentuk dasar bilah tersebut memiliki varian bentuk yang beragam sesuai dengan kelengkapan rerincikannya. Bilah keris dengan bentuk dasar luk selalu dengan jumlah lekukan ganjil dan secara baku berdasarkan versi Surakarta sehingga berjumlah 29 luk.

B. Pamor Keris Nusantara

Inti dari pamor adalah mencampur. Dalam dunia tosan aji, teknik pencampuran melalui pelipatan dan penempaan berbagai jenis bahan logam tersebut untuk membuatnya menghasilkan ornamen baik abstrak atau figuratif yang disebut “pamor”.

Pamor memiliki dua pengertian, yang pertama, menunjuk gambaran tertentu berupa garis-garis, lengkungan, lingkaran, noda, titik, atau belang-belang yang nampak pada permukaan bilah keris, tombak atau tosan aji lainnya. Sedangkan yang kedua, dimaksudkan sebagai bahan pembuat pamor. Pamor dapat berarti bahan pencampur yang digunakan dalam pembuatan keris, dapat juga bearti teknik tempa lapisan pamor, juga bisa diartikan sebagai jenis pola yang tampak pada permukaan bilah keris.

Teknik pembuatan keris adalah teknik tempa atau biasa pula disebut hot working techniques dalam arti harus ditempa dalam keadaan panas. Batang besi dipadukan dengan batang logam meteorit yang memiliki unsur nikel sebagai bahan pembentuk pamor, kemudian ditempa sampai menyatu. Pada dasarnya pamor adalah hasil penyatuan atau pemaduan antara besi dan meteorit, karena secara etimologi, pamor berasal dari kata “amor”  yang berarti menyatu atau berpadu.

Teknik penciptaan pamor dapat digolongkan menjadi dua jenis yaitu pamor tiban dan pamor rekan. Pamor tiban atau pomor jalang lebih populer di sebut pamor beras wutah atau using wutah. Proses terjadinya pamor ini tidak dirancang oleh sang mpu, sang mpu hanya menempa sambil berdoa. Disebut pamor tiban karena motif gambarannya seolah-olah “jatuh” dari alam gaib, sebagai anugerah dari Tuhan.

C. Ricikan Bilah Keris Nusantara

Bilah keris terdiri dari bagian-bagian yang biasa disebut dengan istilah “ricikan”, Ricikan tersebut dapat dibagi menjadi empat bagian yaitu bagian tangkai bilah, bagian alas bilah, bagian pangkal bilah, dan bagian tubuh bilah.

1. Bagian Tangkai Bilah

Pesi adalah bagian tangkai bilah yang panjangnya sekitar 6 cm sampai 7cm. Ragam bentuk pesi adalah:

Berbagai Jenis Pesi

a. Pesi gilig ajeg, bentuknya silindris, garis tengah sekitar 6mm sampai 7mm. Bentuk pesi seperti ini pada umumnya dimiliki oleh keris muda (nom-noman).

b. Pesi gilig mucuk, bentuknya hampir mirip dengan pesi gilig ajeg, tetapi makin ujung makin kecil diameternya. Bentuk pesi seperti ini umumnya terdapat pada keris tua, seperti tangguh Mataram.

c. Pesi gepeng (pipih atau agak pipih), bentuk penampang melintang pesi ini agak sedikit pipih atau berbentuk lonjong, bukan bentuk lingkaran.

d. Pesi puntiran, mirip dengan pesi gilig mucuk tetapi Menjelang ujungnya batang pesi diputar.  

e. Pesi tindhikan, yaitu pesi yang bagian ujungnya dibuat pipih dan berlubang.

f. Pesi tapak jalak, yaitu pesi yang pada bagian ujungnya diberi guratan bersilang dan kemudian diisi emas atau perak.

2. Bagian Alas Bilah (Gonjo)

Gonjo adalah bagian alas atau dasar bilah yang seolah-olah sebagai ganjal dari sebuah keris. Ada beberapa bentuk gonjo jika dilihat dari atas.

Sel;ain itu Ganja adalah bagian yang seolah merupakan alas dari kedudukan bilah keris. Pada tengah Ganja berlobang untuk lewat tangkai Pesi. Bagi sebilah keris, antara Bilah dengan Ganja merupakan suatu kesatuan yang sulit dipisahkan secara filosofi, karena kedua bagian ini mirip dengan perlambang Lingga dan Yoninya. Di Semenanjung Melayu dan Kalimantan Utara, bagian Ganja disebut Aring.

Bagian Ganja pada proses pembuatan keris dipotongkan dari pangkal bilah keris. Cara pembuatan semacam ini juga berlaku untuk Ganja Wulung yakni ganja tidak berpamor. Ganja, Pesi dan Bilah merupakan satu kesatuan sejak dari awal pembuatan. Ganja yang menyatu bahannya dengan bilah keris disebut Ganja Iras.

Jenis Gonjo

a. Nguceng Mati

b. Nyebit Ron Tal  

c. Nyirah Cecak

d. Nyirah Tekek

e. Nyangkem Kodok

Jika dilihat dari tampak samping, dikenal beberapa ragam bentuk:

Gonjo Keris

a. Sebit Ron Tal

b. Wilut

c. Dhungkul

d. Kelab Lintah

e. Sepang

Batang ganja terdiri atas bagian-bagian (ricikan) sebagai berikut:

  1. Sirah cecak
  2. Gulu meled/gulu cecak
  3. Weteng cecak
  4. Kepet urang
  5. Buntut mimi/kanyut
  6. Greneng, bagian ekor ganja yang terdiri atas ri pandhan ran dha thingil
  7. Wuwungan, permukaan ganja.
  8. Omah-omahan, lubang ganja yang ditembusi pesi
  9. Bagian Pangkal Bilah (sor—soran )
  10. Pejetan atau blumbangan
  11. Bawang sebungkul atau genukan
  12. Gandhik
  13. Tikel alis
  14. Sogokan ngajeng
  15. Janur/sada
  16. Puyuhan/ bebel
  17. Sraweyan
  18. Pidakan
  19. Tunggakan
  20. Wadidang,
  21. Pundhak Satagal
  22. Gandhu
  23. Rondha Nunut

Ganja Kinatah adalah ganja yang deberikan hiasan emas atau bahkan intan. Ada juga gambaran itu berupa arca singa atau gajah atau lung-lungan. Ganja Sekar atau Ganja Pamor adalah ganja yang berpamor menyolok dilihat dari atas ataupun samping.

Ganja Mas Kemambang adalah ganja yang berpamor sejajar dengan panjangnya ganja. Ganja Wulung adalah ganja sederhana tanpa pamor atau hiasan lainnya. Biasanya bahan ganja wulung ini berbeda dengan bahan asli kerisnya.

3. Bagian Tubuh Bilah (Wilah)

Wilahan

a. Ada-ada/ Dhadha

b. Kluwingan/plunturan

c. Gula milir

d. Gusen

e. Lis-lisan

f. Hatirah-tirah/landep,

g. Ucu-ucu

h. Lengkeh

i. Panetes/panitis (pucuk keris)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *